“Saya ingin anak punk tidak dianggap jelek. Kami anak baik. Yang berbuat ulah itu preman, tapi kenapa kami yang dianggap jelek,” kata Debi.
Debi yang membiayai kuliah dengan berjualan baju di Pasar Patlau, Padang, setiap hari hidup bersama anak-anak punk. Setiap pagi dia berjualan baju, siang hingga sore hari kuliah, dan malam harinya kembali berjualan.
Keberaniannya maju seorang diri ke MK, membuat 3 hakim panel terperangah. Dia mengaku berkas permohonannya diketik sendiri dan dikonsultasikan ke dosen.
“Saya ada mata kuliah praktik beracara MK. Lalu saya konsultasi ke dosen bagimana jika saya menggugat pasal 505 KUHP. Dan saya diarahkan membuat drafnya, dosen yang menerangkan cara penulisannya,” ujar dia.
Debi tidak terima aparat menangkapi anak-anak punk dengan berdalih pasal 505 KUHP tersebut. Dia menilai pasal itu bertentangan dengan pasal 1, pasal 28 d ayat 1 dan pasal 34 ayat 1 UUD 1945.
Pasal 505 ayat 1 KUHP berbunyi ‘barangsiapa bergelandangan tanpa pencarian, diancam karena melakukan pergelandangan dengan kurungan paling lama tiga bulan’.
Ayat kedua berbunyi ‘pergelandangan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih yang umurnya di atas 16 tahun, diancam dengan kurungan paling lama enam bulan.copy from Jakarta-Yustisi.com

Osama bin Laden tewas oleh operasi militer Amerika Serikat di Kota Abbottabad, 100 kilometer utara Islamabad, ibu kota Pakistan. Ini berita besar di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, rakyat bersorak-sorai karena pasukan negara itu telah membunuh seorang bandit besar yang dikejar dengan kekuatan pasukan perang dunia.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengumumkan kepada dunia bahwa tewasnya pemimpin Al-Qaeda yang sangat dicari itu adalah kemenangan dunia atas terorisme. Dan, untuk kesekian kali Obama menegaskan bahwa perang terhadap terorisme, khususnya kepada jaringan Osama, bukan perang terhadap Islam.
malam tadi seru banget lihat acara tv topik pengangkatan pahlawan nasional dan ada salah satu calon pahlawan nasional yang bernama soeharto yang benar saja memang apa jasa orang itu bukanka seorang pahlawan itu harus memiliki nilai tidak hanya pintar tetapi juga harus mementingkan kepentingan orang banyak bukan pribadi. sedangkan soeharto apa itu menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri dan kroninya.Selain itu, tuntutan terhadap pertanggungjawaban orde baru tidak pernah digubris sampai sekarang.
apa jadinya jika seorang penjahat menjadi pahlawan bukankah sudah banyak fakta tentang kejahatan soeharto seperti berikut:
Ketua Presidium Petisi 50 Judilherry Justam mengatakan beberapa bukti penyalahgunaan wewenang Soeharto dapat dilihat pada keputusan presiden (keppres) yang menguntungkan kroninya. Di antaranya Keppres No 29/1990 tentang dana reboisasi yang kemudian diubah dengan Keppres No 32/1998.
"Tujuan keppres ini sebenarnya untuk menjamin adanya proses reboisasi lahan secara kontinu, tapi dana ini juga digunakan untuk kepentingan di luar reboisasi," kata Judilherry Justam di Kejagung, Jakarta, Kamis (9/1).
Kenyataannya, kata Judilherry, dana itu digunakan untuk pinjaman pada PT Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN) Rp 400 triliun, PT Kiani Kertas Rp 250 triliun, Kredit Usaha Keluarga Sejahtera, fasilitas bebas bea masuk sedan impor yang dikelola Siti Hardiyanti Rukmana, proyek Mobil Nasional, pendanaan tata niaga cengkeh milik Hutomo Mandala Putra atau Tomy Soeharto, dan membangun kilang migas PT Nusamba milik Bob Hasan.
Menurut dia, bukti-bukti kejahatan Soeharto itu diperkuat penelitian Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) yang menyatakan terdapat 79 keppres bermasalah dari 528 keppres yang dikeluarkan pada periode 1993-1998. Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mengidentifikasi 30 keppres bermuatan kolusi, korupsi, dan nepotisme yang menguntungkan Soeharto dan kroninya.
Tidak hanya itu, laporan Transparency International (TI) tahun 2004 menunjukkan selama 32 tahun berkuasa, Soeharto diduga menjarah US$ 15 miliar hingga 35 miliar. Bahkan, pada 17 September 2007, PBB meluncurkan program global Stolen Asset Recovery (StAR) untuk mengembalikan asset negara yang dijarah pemimpin politik yang korup. Dalam catatan PBB-Bank Dunia, Soeharto menempati posisi pertama dari 10 pemimpin negara terkorup.
dan masih banyak lagi kejahatan soeharto yang lainya tapi mungkin tidak akan cukup blogku ini untuk menuliskan seluruh kejahatanya ckck...ckc....kckc.
buat saya pelurusan sejarah sangat penting untuk menentukan apakah soeharto memang berhak/pantas menjadi pahlawan setelah fakta-fakta yang terjadi jangan sampai anak cucu kita nanti masih di bodo-bodohi juga ........ gimana indonesia mau maju, mau pinter kalo sejarah bangsa aja masih di umpet-umpetin, masih di akal-akalin.
Anarkisme dan sikap tanpa kekerasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Banyak orang mulai memperdebatkan apakah anarkisme dan sikap tanpa kekerasan saling berkaitan. Sebagian anarkis berpendapat bahwa anarkisme dan sikap tanpa kekerasan tidak dapat dipisahkan. Untuk membahas masalah diatas mari kita lihat kembali pada sejarah tentang terjadinya negara. Christopher Day dari Love and Rage Revolutionary Anarchist Federation menulis, "Negara - yang kita artikan dengan keberadaan polisi, tentara, penjara, pengadilan, berbagai birokrasi pemerintah baik legislatif dan eksekutif - adalah alat pengontrol dan penekan dari yang berkuasa. Negara mempertahankan kekerasan yang legal dan terorganisir." Lebih lanjut Day menyatakan, "Negara telah selalu menjadi instrumen perang. Adalah sesuatu yang tak mungkin untuk membentuk sebuah tatanan masyarakat tanpa peperangan dalam sebuah tatanan masyarakat yang masih didominasi oleh negara."
Dalam buku FNB yang berjudul 'Feeding The Hungry and Building Community' dijelaskan, "Nama FNB menyatakan prinsip kami yang paling fundamental; tatanan masyarakat harus mempromosikan kehidupan bukan kematian. Tatanan masyarakat sudah mentolerir bahkan mempromosikan kekerasan dan dominasi. Kekuatan penguasa adalah hasil dari ancaman dan penggunaan kekerasan."
Negara dan bentuk representasi dari kapitalisme, dominasi dan patriarki, mengkonsentrasikan kekuatan kepada beberapa orang saja yang secara sistematis mengesampingkan kekuatan mayoritas umat manusia. Kekerasan yang eksis dalam kehidupan sehari-hari merupakan hasil dari pengingkaran kekuatan atas hidup seseorang. Kekerasan terjadi dengan banyak cara, setiap hari, sebagai hasil dari ketidakaadilan sistem. Baik itu hadir melalui sistem sewa, makanan dengan pestisida dan label harga yang menyembunyikan penindasan terhadap para buruhnya, sistem pajak, bekerja pada seseorang yang sudah kaya, malnutrisi, sweeping polisi terhadap gelandangan, pemaksaan sterilisasi pada perempuan di negara Dunia Ketiga, pengasingan sosial terhadap orang miskin dan masih banyak problem lainnya.
Jadi apa hubungan antara anarkisme dan sikap tanpa kekerasan? Kita harus menelaah kembali sejarah yang panjang dari gerakan dan perlawanan anarkis yang pernah eksis dan kita akan menemukan fakta bahwa anarkisme dan perjuangan demi sebuah dunia yang tanpa kekerasan mempunyai sejarah yang panjang.
Dalam penelitian yang ditulis tahun 1932 dengan judul 'Native (Born) American Anarchism' yang mendiskusikan tentang pengaruh Henry David Thoreau yang dikembangkan melalui pembangkangan sipil, Eunice Schuster menyebut Thoreau sebagai "bukan hanya anarkis dalam pemikirannya, tapi juga dalam aksinya". Aksi pembangkangan sipil yang dilakukan Thoreau selama perang Amerika melawan Meksiko telah mempengaruhi banyak teori-teori dan praktek tanpa kekerasan.
Leo Tolstoy juga mengambil inspirasi dari Thoreau dan mengembangkan ide-idenya sendiri dalam sikap yang tanpa kekerasan. Robert L. Holmes dalam bukunya yang berjudul 'Non-Violence In Theory and Practice' menuliskan, "Tolstoy menggabungkan pemahaman agama Kristen kepada apa yang dia lihat sebagai kesimpulan logis: pengingkaran ini bukan hanya berasal dari perang yang merupakan kekerasan terorganisir, tetapi juga dari pemerintah yang merupakan kekerasan institusional, dan hal inilah yang menimbulkan perang." Dalam kata pengantar dari buku berjudul 'Government Is Violence: Essays on Anarchism and Pacifism' karangan Leo Tolstoy tertulis, "Tolstoy menyarankan cara pencapaian anarki dengan sesuatu yang sekarang dikenal sebagai pembangkangan sipil dan aksi langsung tanpa kekerasan... Tolstoy mengadvokasikan perlawanan moral yang tanpa kompromi terhadap penguasa."
Gandhi menulis tentang Tolstoy dalam autobiografinya, "40 tahun yang lalu, ketika saya melewati masa krisis skeptis dan keraguan yang hebat, saya membaca buku Tolstoy yang berjudul 'The Kingdom Of God Is Within You' dan sangat terkesan. Saat itu saya masih percaya dengan kekerasan. Buku itu menyembuhkan sikap skeptis saya dan membuat saya menjadi seorang yang yakin akan ahimsa (tanpa kekerasan)... dia adalah tokoh anti kekerasan yang hebat yang lahir di abad ini."
Ide-ide anarkis juga terinspirasi oleh ide-ide Gandhi tentang bentuk tatanan masyarakat yang diidam-idamkan. Dalam buku berjudul 'Gandhi Today', Mark Shepard menjelaskan: "India dapat menjadi kuat dan sehat hanya dengan merevitalisasi desa-desa dimana empat dari lima orang tinggal, seperti yang dituntut oleh Gandhi. Dia memimpikan sebuah tatanan masyarakat yang terdiri dari desa-desa yang kuat, dimana setiap desa memiliki otonomi politik dan ekonomi sendiri. Dalam kenyataannya Gandhi adalah tokoh terbesar dari desentralisasi di abad ini - menempatkan kekuatan politik dan ekonomi pada level lokal."
Setelah Gandhi dibunuh, orang yang dikenal sebagai pewaris spiritual Gandhi, Vinoba Bhave memimpin beberapa kampanye besar untuk mengklaim kembali tanah bagi kaum miskin. Tahun 1951 Bhave dan banyak buruh dari Sarva Seva Sangh, memulai gerakan Bhoodon (Hadiah Tanah). Banyak yang menganggap bahwa Bhave adalah orang suci dalam tradisi Hindu, dan saat dia memulai perjalanan keliling negara untuk menuntut beberapa akre tanah dari para tuan tanah, dia menerima hadiah berupa tanah yang kemudian diberikan pada kaum miskin. Satu sepertiga juta akre yang diklaim oleh kaum miskin (lebih dari sekedar manajemen program Land-Reform yang diusulkan oleh pemerintah India). Bhave juga terlibat dalam proyek-proyek dan kampanye lainnya yang mempunyai prinsip revolusi tanpa kekerasan. Bhave adalah seorang anarkis.
Amerika mempunyai sejarah panjang tentang anarkisme tanpa kekerasan. Salah satu kelompok pertama yang tertulis dalam sejarah adalah New England Non-Resistance Society. Mereka menegaskan bahwa pemerintah, hukuman mati, perang dan ketidakadilan sangat bertentangan dengan ajaran Kristen. Kelompok tersebut, termasuk didalamnya William Llyod Garrison, terlibat dalam gerakan abolisionis yang berjuang untuk mengakhiri perbudakan di Amerika.
Saat Amerika memasuki Perang Dunia I, anarkis berada di garis depan gerakan anti perang. Tahun 1016, Emma Goldman, Alexander Berkman dan yang lainnya mengorganisir 'No Conscription League'. Dengan kelompok tersebut mereka mengorganisir demostrasi, protes dan march. Mereka mempublikasikan sebuah manifesto yang didalamnya tertulis: "No Conscription League dibentuk dengan tujuan mendorong para anti wajib militer untuk menolak berpartisipasi dalam membunuh sesama mereka." Berkman dan Goldman ditangkap karena dianggap melanggar hukum. Tahun 1918 pemerintah mengeluarkan undang-undang bernama 'Espionage Act' yang membuat literatur anti-perang menjadi ilegal, dan undang-undang ini digunakan untuk melawan sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang anarkis termasuk Mollie Steimer. Kelompok tersebut mendistribusikan koran dengan cara menyelipkan koran-koran tersebut ke kotak pos di setiap rumah pada malam hari, dan menulis beberapa leaflet yang isinya menentang UU tersebut. Salah satu dari terdakwa, Jacob Schwartez, tidak pernah diajukan ke pengadilan. Dia disiksa polisi selama interogasi dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit. Sisa dari kelompok tersebut dianggap bersalah dan dideportasi ke Russia pada tahun 1921 atas aktivitas anti-perang mereka.
Selain mereka, masih ada yang menentang perang, antara lain Dorothy Day. Dia bersama dengan Peter Maurin, mempelopori gerakan buruh Katolik. Nancy Robert dalam anthologinya 'American Radical' menulis tentang gerakan tersebut, "Mereka mempunyai rencana yang berdasarkan tiga point yang sesuai dengan nilai-nilai Kristen untuk melakukan aksi-aksi sosial yang radikal. Maurin memimpikan sebuah komunitarian, gerakan anarkis yang menawarkan diskusi, forum-forum dan ceramah, rumah sakit di setiap kota yang memberi makan dan tempat tinggal bagi kaum miskin dan gelandangan, dan peternakan komunal yang akan menghancurkan tatanan masyarakat industri dan membentuk unit-unti organik dimana semua orang hidup dan belajar dalam sebuah komunitas."
Pada akhirnya, sekitar 200 rumah yang dijadikan rumah sakit dibuka di banyak negara khususnya di Amerika Serikat. Ide yang mendasari berdirinya rumah-rumah tersebut diterangkan oleh Walter Brueggman sebagai berikut, "perasaan kasihan mengangkat sebuah bentuk kritik yang radikal dimana mereka yang miskin dan kelaparan harus diperhatikan dengan serius, kondisi dimana mereka seharusnya tidak dianggap normal dan alami, tetapi dianggap sebagai kondisi yang tidak manusiawi yang tidak dapat diterima." Rumah-rumah tersebut dalam struktur masyarakat yang berorientasi profit bukan hanya merupakan sebuah bentuk perlawanan tetapi juga merupakan sebuah alternatif. Pada 1 Mei 1933, gerakan buruh Katolik tersebut menerbitkan koran yang dijual dengan sangat murah. Koran tersebut menjelaskan kaitan antara perdamaian dan keadilan sosial, serta meliput banyak aksi-aksi pembangkangan sipil yang dilakukan oleh gerakan buruh Katolik dan berbagai kelompok buruh radikal lainnya melawan militerisme. Dalam bukunya yang berjudul 'The Spirit of The Sixtiest: The Making of Post-War Radicalism', James Farrell menulis, "Pasifisme, personalisme dan anarkisme dari gerakan buruh Katolik menempati halaman pertama koran mereka. Dan koran tersebut mempromosikan sebuah revolusi dengan ide-idenya." Farrel menulis bahwa dalam beberapa tahun, sirkulasi koran tersebut mencapai oplah 100.000 eksemplar dan tahun 1938 oplah mereka mencapai 190.000 eksemplar. Selama Perang Dunia II gerakan buruh Katolik tersebut dilarang karena sikap pasifis mereka dan beberapa aktifisnya dipukuli di jalanan saat mendistribusikan korannya.
Selama lebih dari 50 tahun, Dorothy Day berkomitmen penuh terhadap perdamaian, keadilan sosial dan revolusi tanpa kekerasan. Pada tahun 1983, uskup Katolik Amerika melihat adanya indikasi pergeseran sejarah dalam pelajaran tentang perang dan perdamaian saat tertulis bahwa pasifisme tidak dapat diterima baik secara moral ataupun politik bagi umat Katolik. Dulu Day bersama dengan Martin Luther King Jr. dikenal sebagai 'saksi tanpa kekerasan' yang memiliki 'pengaruh kuat dalam kehidupan gereja di Amerika Serikat'.
Dorothy Day yang selalu dijuluki 'Head Anarch' oleh editor koran gerakan buruh Katolik, dijuluki juga sebagai 'First Lady of American Catholism' dan beberapa malah memberi petisi kepada Vatikan agar mendeklarasikan dia sebagai seorang Santa. Anarkisme menurut Day adalah, "Ditingkatkannya tanggung jawab seseorang kepada orang lain, dari individu kepada komunitas, dan disaat yang sama mengurangi ketergantungan terhadap sentralisme negara."
Salah satu dari gerakan yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Amerika Serikat adalah gerakan Civil Rights. Satu dari grup-grup kunci gerakan tersebut adalah Student Non-Violent Coordinating Committee (SNCC). Kelompok tersebut lahir dari gerakan 'aksi duduk' yang pernah sempat populer di daerah selatan pada tahun 1060 dalam aksi protes menentang sistem Apartheid dari 'Jim Crow Laws'. Saat SNCC tidak pernah secara formal mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuah grup anarkis, struktur organisasi mereka bermodelkan anti-otoritarian, desentralisasikan dan demokrasi serta mereka menggunakan aksi langsung dalam perjuangan mereka bagi masyarakat egaliter. SNCC memainkan sebuah peran penting dalam aksi "Freedom Rides", sebuah kampanye 1964 "Freedom Summer", yang merupakan sebuah formasi dari partai politik 'Mississippi Freedom Democratic Party' yang menentang rasisme dalam tubuh partai demokratik. Mereka telah meninggalkan sebuah ide dari aktivisme dan pengorganisiran radikal yang penting bagi siapapun yang berjuang demi perubahan sosial saat ini. Pola gerak mereka seperti pembangunan komunitas merupakan taktik aksi langsung tanpa kekerasan yang banyak digunakan oleh kelompok-kelompok seperti FNB.
Ella Baker adalah salah seorang yang menolong membentuk SNCC. Dia adalah seorang organisator selama bertahun-tahun dalam partai komunis NAACP dan membantu membangun 'Southern Christian Leadership Conference' dimana Martin Luther King Jr. terpilih sebagai presidennya. Baker yakin akan dibutuhkannya aksi-aksi langsung dan demokrasi partisipatoris dalam membentuk sebuah perubahan sosial. Dia juga yakin bahwa sebuah grup yang sukses harus menerapkan pola kepemimpinan yang datang dari grup itu sendiri, bukannya kepemimpinan yang datang dari seorang pemimpin: orang yang kuat tidak membutuhkan pemimpin yang kuat. Dalam bukunya yang berjudul: "Women In The Civil Rights Movement": Trailblazers dan Torchbearers, Carol Mueller menampilkan sebuah bab tentang Ella Baker dan pengembangan demokrasi partisipatoris. Mueller mengidentifikasikan ide-ide Baker tentang demokrasi partisipatoris sebagai berikut:
- Seruan bagi orang-orang yang bergerak di level akar rumput dalam masyarakat dimana mereka memiliki kontrol atas diri mereka sendiri.
- Meminimalisir hirarki dan profesionalisme yang selalu menjadi dasar bagi masalah kepemimpinan.
- Sebuah seruan akan perlunya aksi langsung sebagai sebuah jawaban atas ketakutan dan alienasi yang eksis dalam masyarakat. Eksperimentasi dari demokrasi partisipatoris dalam SNCC dipengaruhi oleh gerakan sosial yang sangat luas. Mueller juga menulis: "Demokrasi partisipatoris dan pengambilan keputusan secara konsensus dilakukan dari proyek pendaftaran pemilih bagi SNCC di Mississippi dan Georgia hingga proyek SDS (Student for a Democratic Society) yang berkembang di daerah kumuh kota-kota daerah utara pada pertengahan tahun 60-an, hingga kelompok kepedulian pembebasan perempuan di akhir tahun 1960 dan awal 1970-an, hingga group-group afinity yang tergabung dalam gerakan anti-nuklir di akhir 1970-an dan awal 1980-an".
Anarkisme dan sebuah dunia tanpa kekerasan bukan hanya saling berkaitan tapi juga tidak dapat dipisahkan. Saat bagian ini didiskusikan dengan melihat berbagai contoh dari sejarah yang harus di klaim kembali dan di ingat bahwa contoh-contoh tersebut telah menawarkan kita inspirasi dalam perjuangan demi sebuah tatanan dunia baru saat ini. Tidak seharusnya kita mengesampingkan berbagai gerakan yang diwarnai dengan kekerasan dalam sejarah anarkisme, tapi selama ini taktik pasifis tertutupi oleh contoh-contoh aksi revolusioner yang penuh kekerasan. Lebih jauhnya lagi aksi-aksi dengan kekerasan harus dilihat dan diletakkan dalam konteks situasi dan waktu sehingga kita dapat mengerti kaitan gerakan tersebut dengan perlawanan terhadap institusi sistem yang penuh kekerasan. Kita tidak akan pernah menemukan perdamaian selama kekuatan tiap orang dipisahkan dari hidup mereka.
Tetapi anarkisme sangat tidak populer dan selalu di salah artikan. Ya. Hal tersebut memang tidak populer dan selalu di salah artikan, tetapi dengan tetap diam dan tidak mau menyatakan keyakinan akan politik yang kita miliki tidak akan menghasilkan apa-apa selain hanya memperkuat struktur sistem saat ini. Saat orang-orang menentang perbudakan, saat orang-orang menuntut persamaan bagi perempuan dan kulit berwarna, saat orang-orang mengorganisir diri mereka menentang perang, saat orang-orang berjuang untuk upah dan kondisi kerja yang lebih baik, saat orang-orang mulai berdiri mempertahankan hak-hak mereka yang ditindas, diserang, dipenjarakan, dan bahkan dibunuh, saat itulah kekuatan itu kembali pada diri kita.
Dalam bukunya yang berjudul Anarchism and Black Revolution, Lorenzo Ervin menulis: "Sebagai sebuah bentuk praktek, anarkis-komunis percaya bahwa kita harus membangun tatanan masyarakat baru saat ini juga di samping terus berusaha untuk menghancurkan kapitalisme. Kita harus terus berusaha menciptakan organisasi-organisasi saling bantu anti-otoritarian untuk makanan, pakaian, perumahan, pengumpulan dana bagi proyek komunitas, dan sebagainya diantara lingkungan bertetangga kita tanpa perlu berafiliasi dengan pemerintah atau korporasi bisnis, dan tidak menjalankannya dengan tujuan meraih laba, melainkan demi kebutuhan sosial. Beberapa organisasi telah terbangun saat ini dan memberikan kepada anggota-anggotanya pengalaman praktek manajemen diri yang akan mengurangi ketergantungan orang-orang pada sistem. Pendeknya kita dapat mulai membangun infrastruktur bagi masyarakat komunal, sehingga orang-orang dapat melihat apa yang mereka perjuangkan dan untuk apa, bukan hanya sekedar ide di kepala seseorang. Dan itulah jalan menuju kebebasan".
Kita dapat membuat ide-ide ko-operasi, saling menolong, solidaritas, egalitarianisme dan tatanan masyarakat tanpa kekerasan menjadi popular, tapi hanya melalui aksi yang kita lakukan dan politik yang kita terapkan yaitu politik dalam kehidupan sehari-hari. Politik yang dekat dengan realita dalam kehidupan yang dijalani oleh masyarakat, karena semakin jauh politik kita dengan yang kita hadapi sehari-hari maka semakin tidak dapat dimengerti dan tidak berhubungannya politik tersebut dengan hidup kita.
Salah satu cara menerapkan politik radikal dalam tatanan masyarakat di mana masih terdapat banyak sekali kemiskinan dan kelaparan, adalah dengan menyediakan makanan gratis.
Untuk anarkisme
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Fokus pertama soal anarkisme biasanya berkutat disekitar kesalahpahaman atas pengertian anarkisme yang diartikan tidak lebih dari chaos dan perusakan. Prof. Howard Zinn, seorang pendukung FNB mendeskripsikan anarkisme dalam bukunya yang berjudul "Declaration Of Independent" sebagai berikut: "Anarkis, seperti yang saya amati dan pelajari, tidaklah percaya pada anarki seperti yang biasa dideskripsikan oleh banyak orang dan media -kekacauan, disorganisasi, chaos, kebingungan dan setiap orang bertindak semaunya. Sebagai kontrasnya, mereka percaya bahwa tatanan masyarakat dapat dan seharusnya terorganisir dalam berbagai bentuknya dimana orang-orang akan bekerja sama saat bermain dan bekerja, untuk membangun sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik. Tapi anarkis juga menekankan bahwa setiap organisasi harus menghindari hirarki dan perintah dari atas; harus demokratis, keputusan bersama, meraih keputusan tersebut melalui diskusi yang konstan dan berbagi argumen."
Dia juga menambahkan, "Apa yang membuat saya tertarik dengan anarkisme adalah juga bahwa penolakannya bersifat total terhadap segala bentuk otoritas-otoritas negara, gereja dan dalam dunia kerja. Anarkis percaya bahwa jika kita bisa membangun sebuah tatanan masyarakat egaliter tanpa kemiskinan dan kemakmuran yang jauh terpisah, kita tak akan membutuhkan polisi, penjara, tentara, ataupun perang, karena penyebab utama semua masalah tersebut sudah lenyap."
Howard Zinn menulis beberapa pendahuluan dalam beberapa buku FNB dan secara konsisten terus menentang serangan polisi dan tindakan brutal dari pemerintah kota terhadap para anggota FNB di San Francisco. Dalam beberapa artikel di koran-koran tentang kebrutalan pemerintah kota terhadap FNB, Zinn selalu tercantum di harian tersebut. Statement yang dia bacakan antara lain berkata, "FNB memprotes sebuah sistem yang gagal untuk memberi orang-orang kebutuhan dasarnya."
Anarkisme adalah sebuah gerakan demi sebuah dunia dimana kekerasan rasis, seksis, homofobik, kapitalisme dan sejenisnya dilenyapkan dari kehidupan kita sehari-hari. Anarkisme adalah sebuah keyakinan akan terbentuknya sebuah dunia dimana perang dan kemiskinan tak akan ada lagi. Anarkisme adalah filosofi dan gerakan yang bertujuan membangun sebuah struktur ko-operasi, egaliter dan struktur sosial yang mempromosikan mutual-aid, kontrol demokrasi radikal atas keputusan politik dan ekonomi, serta berwawasan lingkungan. Jadi bagaimana hal-hal seperti diatas dapat diterapkan secara langsung melalui aksi-aksi FNB?
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karena makanan adalah hak semua orang bukan hak istimewa segelintir orang saja!
Karena ada cukup makanan untuk semua orang dimana-mana!
Karena kekurangan bahan makanan pokok adalah bohong!
Karena disaat kita lapar atau kedinginan kita punya hak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara meminta, mengamen, atau menempati bangunan-bangunan kosong!
Karena kapitalisme menjadikan makanan sebagai sumber keuntungan, bukan sebagai sumber nutrisi!
Karena makanan tumbuh pada tanaman!
Karena kita butuh lingkungan bukan kendali!
Karena kita butuh rumah bukan penjara!
Karena kita butuh makanan bukan bom!
Di berbagai penjuru dunia saat ini telah terbangun puluhan kelompok-kelompok yang aktivitasnya adalah membagi-bagikan makanan Vegetarian gratis untuk orang-orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan. Kelompok-kelompok ini selain mengkampanyekan sikap anti-kemiskinan mereka, secara lebih jauhnya bertujuan untuk menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang non-kekerasan. Dan walaupun memang banyak kelompok-kelompok yang melakukan aktivitas tersebut dalam berbagai nama, namun ada satu organisasi akar-rumput yang sangat konsisten melakukan aktivitas tersebut dan organisasi ini telah berkembang secara internasional, Food Not Bombs (FNB).
Sejarah Food Not Bombs (FNB)Bermula dari San Francisco, FNB dengan aktivitasnya begitu cepat menyebar, dari Amerika Utara, Eropa, bahkan hingga ke negara-negara Asia seperti Malaysia dan Indonesia (seperti yang terjadi belakangan ini di beberapa kota). Kebanyakan dari kita benar-benar percaya bahwa FNB dan strukturnya beserta seluruh tujuannya sangat berkaitan erat dengan orientasi anarkis. Masalah ideologis ini sendiri pada akhirnya menjadi elemen formal dari politik FNB dan sebuah statement akan visi yang diadopsi secara terbuka oleh seluruh grup dan menempatkan aksi-aksi harian ke dalam konteks politik yang lebih radikal. Statement visi ini meliputi segalanya, dari dedikasi grup terhadap perjuangan anti-seksis, hingga pembangunan kebun komunitas dan pembuatan kompos sebagai sebuah aksi yang langsung menuju sebuah tatanan masyarakat yang seimbang dengan lingkungannya.
Diharapkan tulisan ini akan membuka diskusi tentang masa depan politis dari FNB dan gerakan-gerakan sejenis sebagai sebuah gerakan transnasional yang bekerja keras melawan dominasi global dari korporasi dan kemiskinan dunia. Tulisan ini juga diharapkan dapat membantu yang lainnya dalam gerakan sosial untuk mengerti aksi-aksi seperti diatas dan sisi politisnya. Adalah politik radikal yang telah membuat kita, mengisi aktivitas kita dengan sesuatu yang berarti, yang memberi energi dan vitalitas kepada usaha-usaha harian. Disaat kita melihat bagaimana aktivitas harian berkaitan dengan gerakan yang lebih besar demi keadilan sosial dan ekonomi, hal tersebut membantu memberikan inspirasi dan motivasi yang kita butuhkan untuk terus mengumpulkan dan membagi-bagikan makanan atau juga bergumul dengan kompos atau sekedar bangun tidur lebih awal, membuat kopi dan sepotong roti yang kita miliki untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang melakukan pemogokan. Perubahan sosial yang radikal dibangun dari hari ke hari dengan menyadari bahwa diri kita adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita sendiri, akan dapat membantu kita untuk melewati hari-hari dengan aktivitas yang lebih berguna.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anarko-Komunisme adalah suatu bentuk dari anarkisme yang mengajarkan penghapusan negara (atau institusi kenegaraan) dan faham kapitalisme, untuk sebuah jaringan asosiasi sukarela di mana semua orang bebas untuk memenuhi kebutuhannya.
Anarko-Komunisme juga dikenal dengan sebutan anarkis komunisme, komunis anarkisme, anarkisme-komunis ataupun komunisme libertarian. Namun, walaupun semua anarkis komunis adalah komunis libertarian, tetapi tidak semua komunis libertarian adalah anarkis (menganut faham anarkisme), misalnya dewan komunis. hal yang membedakan anarko-komunisme dari varian lain dari libertarian komunisme adalah bentuk oposisinya terhadap segala bentuk kekuasaan politik, hirarki dan dominasi. Komunisme bisa tumbuh subur dinegara - negara miskin maupun negara berkembang, namun dengan runtuhnya negara-negara komunis yang kuat menyebabkan faham-faham komunis inipun tidak akan bisa berkembang menjadi besar.
“It was Gramsci who, in the late twenties and thirties, with the rise of fascism and the failure of the Western European working-class movements, began to consider why the working class was not necessarily revolutionary, why it could, in fact, yield to fascism.” (Gitlin, 1994: 516)
Konsep Hegemoni
Istilah hegemoni berasal dari istilah yunani, hegeisthai (“to lead €?). Konsep hegemoni banyak digunakan oleh sosiolog untuk menjelaskan fenomena terjadinya usaha untuk mempertahankan kekuasaan oleh pihak penguasa. Penguasa disini memiliki arti luas, tidak hanya terbatas pada penguasa negara (pemerintah).
Hegemoni bisa didefinisikan sebagai: dominasi oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar (common sense). Lihat juga definisi dibawah ini:
* Hegemony is the dominance of one group over other groups, with or without the threat of force, to the extent that, for instance, the dominant party can dictate the terms of trade to its advantage; more broadly, cultural perspectives become skewed to favor the dominant group. Hegemony controls the ways that ideas become “naturalized” in a process that informs notions of common sense (http://en.wikipedia.org/wiki/Hegemony)
* “…Dominant groups in society, including fundamentally but not exclusively the ruling class, maintain their dominance by securing the ’spontaneous consent’ of subordinate groups, including the working class, through the negotiated construction of a political and ideological consensus which incorporates both dominant and dominated groups.” (Strinati, 1995: 165)
Dapat kita simpulkan bahwa:
* Dalam hegemoni, kelompok yang mendominasi berhasil mempengaruhi kelompok yang didominasi untuk menerima nilai-nilai moral, politik, dan budaya dari kelompok dominan (the ruling party, kelompok yang berkuasa).
* Hegemoni diterima sebagai sesuatu yang wajar, sehingga ideologi kelompok dominan dapat menyebar dan dipraktekkan.
* Nilai-nilai dan ideologi hegemoni ini diperjuangkan dan dipertahankan oleh pihak dominan sedemikian sehingga pihak yang didominasi tetap diam dan taat terhadap kepemimpinan kelompok penguasa.
* Hegemoni bisa dilihat sebagai strategi untuk mempertahankan kekuasaan
“…the practices of a capitalist class or its representatives to gain state power and maintain it later.” (Simon, 1982: 23)
Jika dilihat sebagai strategi, maka konsep hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik penguasa. Maksudnya, kelompok manapun bisa menerapkan konsep hegemoni dan menjadi penguasa. Sebagai contoh hegemoni, adalah kekuasaan dolar amerika terhadap ekonomi global. Kebanyakan transaksi internasional dilakukan dengan dolar amerika.
Pembentukan Hegemoni
Gramsci (1891-1937) merupakan tokoh yang terkenal dengan analisa hegemoninya. Analisa Gramsci merupakan usaha perbaikan terhadap konsep determinisme ekonomi dan dialektika sejarah Karl Marx (lihat Das Capital Marx).
Dalam dialektika sejarah Marx, sistem kapitalisme akan menghasilkan kelas buruh dalam jumlah yang besar dan terjadi resesi ekonomi. Pada akhirnya, akan terjadi revolusi kaum buruh (proletar) yang akan melahirkan sistem sosialisme. Dengan kata lain, kapitalisme akan melahirkan sosialisme. Namun, hal ini tidak terjadi.
Gramsci mengeluarkan argumen bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh ideologi, nilai, kesadaran diri, dan organisasi kaum buruh tenggelam oleh hegemoni kaum penguasa (borjuis). Hegemoni ini terjadi melalui media massa, sekolah-sekolah, bahkan melalui khotbah atau dakwah kaum religius, yang melakukan indoktrinasi sehingga menimbulkan kesadaran baru bagi kaum buruh. Daripada melakukan revolusi, kaum buruh malah berpikir untuk meningkatkan statusnya ke kelas menengah, mampu mengikuti budaya populer, dan meniru perilaku atau gaya hidup kelas borjuis. Ini semua adalah ilusi yang diciptakan kaum penguasa agar kaum yang didominasi kehilangan ideologi serta jatidiri sebagai manusia merdeka.
Agar kaum buruh dapat menciptakan hegemoninya, Gramsci memberikan 2 cara (Strinati, 1995), yaitu melalui “war of position €?(perang posisi) dan “war of movement €?(perang pergerakan). Perang posisi dilakukan dengan cara memperoleh dukungan melalui propaganda media massa, membangun aliansi strategis dengan barisan sakit hati, pendidikan pembebasan melalui sekolah-sekolah yang meningkatkan kesadaran diri dan sosial. Karakteristiknya:
* Perjuangan panjang
* Mengutamakan perjuangan dalam sistem
* Perjuangan diarahkan kepada dominasi budaya dan ideologi
Perang pergerakan dilakukan dengan serangan langsung(frontal), tentunya dengan dukungan massa. Perang pergerakan bisa dilakukan setelah perang posisi dilakukan, bisa juga tidak.
Meskipun analisa Gramsci berkisar pada perang kelas ekonomi, konsep hegemoni dapat diperluas ke wilayah sosial dan regional. Misalnya, undang-undang subversif pada zaman orba. Di kampus, kita bisa lihat hegemoni KM ITB, hegemoni rektorat. Pada tulisan berikutnya, kita akan analisa hegemoni di kampus ITB.
Daftar Pustaka
Gitlin, Todd (1979), ‘Prime time ideology: the hegemonic process in television entertainment’, in Newcomb, Horace, ed. (1994), Television: the critical view – Fifth Edition, Oxford University Press, New York.
Simon, Roger (1991), Gramsci’s Political Thought: An introduction, Lawrence and Wishart, London.
Strinati, Dominic (1995), An Introduction to Theories of Popular Culture, Routledge, London.
http://en.wikipedia.org/wiki/Hegemony
saya kecewa kepada Barack obama karena dia lebih membela israel dari pada palestina
dia berkata dalam pidatonya saya akan melindungi israel sepenuhnya karna wilayah israel selalu di rudal tampa alasan oleh hamas dan saya akan melakukan hal yang sama kepada palestina jika rumah saya terus menerus di rudal.
sepertinya obama lupa bawah palestina di usir rumahnya
barack obama tidak seperti John F Kennedy yang tidak memihak kepada kaum yahudi dan tidak memberikan hak-hak kusus pada kaum yahdi di america sehinnga dia mati misterius.
barack obama tidak membawah perubahan karna dia hanya meneruskan perjuangan
George W. Bush

menurut saya solusi perang di israel dengan sudut pandang seorang punk rocker
adalah dengan perdamaian karna jika sebuah kekerasan dilawan dengan kekerasan akan menimbulkan kekerasan baru.
perang di israel bukan perang agama karna di israel tidak hanya orang yahudi saja tapi juga banyak orang islam kristen dll.
konflik di israel dimulai ribuhan tahun yang lalu yang diawali pertengkaran 2 cucu nabi ibrahim as.yang berlanjut sampai saat ini.
menurut saya kita hanya bisa berdoa saja agar kedua pihak damai dan kita tidak perlu mengirimkan bantuan militer seperti yang dilakukan banyak ormas-ormas itu percuma karena kekerasan jika dilawan dengan kekerasan akan menimbulkan kekerasan baru.
lebihbaik kita membantu obat-obatan,makanan dan yang paling penting adalah doa untuk kedua pihak kita tidak boleh memandang hanya satu pihak saja.kita juga harus mendoa'kan israel agar pintu hati mereka terbuka bahwa tidak ada gunanya merebutkan wilayah jika hanya menimbulkan penderitaan bagi orang lain & hilangnya nyawa-nyawa yang tak berdosa.tuhan'kan menciptakan bumi satu negara
tapi menurut saya PBB itu tidak ada gunanya karna tetap saja hak feto ada di tangan America
karna saingan America unisofiet sudah pecah maka America bertindak adikuasa dan semena-mena.menurut saya kontor PBB harus dipindahkan dari america agar terbebas dari pengaruh dan tekanan-tekanan America.dan negara negara besar harus bersatu untuk mengimbangi pengaruh America.
boikot israel now
israel adalah negara yang tidak punya wilayah sehingga dia mengklaim wilayah palestina kam
i lawang street punk mengutuk serangan israel MINGGU — Dunia Arab bereaksi keras atas serangan Israel yang menewaskan lebih dari 200 jiwa dan mencederai 400-an orang di Jalur Gaza.Di Mesir, Menteri Luar Negeri Ahmed Aboul Gheit menyatakan rasa belasungkawanya yang mendalam terhadap para korban. "Hari ini setiap orang berdiri di samping Palestina," katanya. Ia juga menyerukan dihentikannya serangan militer Israel.
Mesir juga menyatakan membuka perbatasannya dengan Gaza untuk menerima para korban terluka. Meski demikian, belum terlihat ada korban luka yang dilarikan melintasi perbatasan.
Para Menteri Luar Negeri dari sejumlah negara Arab dilaporkan akan berkumpul di Kairo pada hari Minggu ini, seperti dikatakan Ketua Liga Arab, Amr Moussa.
Menlu Aboul Gheit menolak tudingan sementara kalangan yang menyebutkan bahwa Mesir mengetahui dan bisa menerima operasi militer Israel di Gaza. Memang, dalam kunjungannya ke Mesir pada Kamis lalu Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni berkali-kali menyampaikan pernyataan bahwa Israel tidak akan lama menoleransi tindakan Hamas yang disebutnya lebih dari 80 kali menembakkan roket dan mortir ke arah Israel pada hari Senin lalu.
Namun, "Tidak benar kalau dikatakan Kairo memahami dan menerima serangan militer (Israel) itu," kata Aboul Gheit.
Menlu Mesir ini juga mengimbau agar kedua faksi Palestina yang selama ini mendominasi Tepi Barat, Hamas dan Fatah, untuk berekonsiliasi dengan menyambut baik perundingan yang dirancang Kairo.
Sementara itu, lebih dari 4.000 orang di Lebanon kemarin juga berunjuk rasa menuntut agar serangan militer Israel dihentikan. Mereka melakukan long march melintasi kamp pengungsi Palestina di selatan Mesir dan meneriakkan kecamannya pada Israel.
Mereka juga menuding Presiden Mesir Hosni Mubarak sebagai agen Amerika dan mendesak agar kelompok militan Hezbollah untuk menyerang balik Israel. Dalam siaran persnya, Hezbollah menyebut serangan Israel itu sebagai kejahatan perang dan genosida.
Kecaman keras juga datang dari Perdana Menteri Lebanon Fuad Saniora yang menyebut serangan Israel itu sebagai operasi kriminal.
Dalam siaran persnya, Kementerian Luar Negeri Libya mengajak seluruh dunia Arab bersatu untuk menggalang aksi yang solid melawan kebrutalan Israel di Gaza. Libya juga mengajak masyarakat internasional mendesak Israel agar menghentikan serangannya.
Arab Saudi yang telah merancang secara komprehensif perdamaian antara Israel dan dunia Arab juga mengecam keras serangan Israel itu. Menurut Presiden Palestina Mahmoud Abas yang kemarin bertemu Raja Abdullah, Arab Saudi sudah menjanjikan akan meminta Presiden Amerika Serikat George W Bush dan pemimpin lainnya untuk menekan Israel agar menghentikan operasinya.
Di Amman dan kota-kota lain di Yordania, gelombang unjuk rasa bermunculan untuk memprotes tindakan Israel menyerang Gaza. Raja Abdullah II juga mengecam keras serangan Israel yang menjadikan warga sipil, termasuk kaum perempuan dan anak-anak, sebagai sasarannya.
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #1 PP | #2 PP | #3 PP | #4 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #5 PP | #6 PP | #7 PP | #8 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #9 PP | #10 PP | #11 PP | #12 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #13 PP | #14 PP | #15 PP | #16 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #17 PP | #18 PP | #19 PP | #20 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #21 PP | #22 PP | #23 PP | #24 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #25 PP | #26 PP | #27 PP | #28 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #29 PP | #30 PP | #31 PP | #32 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #33 PP | #34 PP | #35 PP | #36 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #37 PP | #38 PP | #39 PP | #40 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #41 PP | #42 PP | #43 PP | #44 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|---|---|---|
| #45 PP | #46 PP | #47 PP | #48 PP |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
|---|






















































